Terimakasih tuhan
-Adinda sintia-
dalam selimutmu yang gelap
diatas bumimu yang ku pijak
akuberlutut berdoa
atas semua yang berikan
bila dia kau ciptakan
dia yang sempurna
satukan lah kami hingga nanti
hingga ajal menjemput kami
ratapan hati yang tak pernah mati
akan selalu ada untuknya
untuknya yang sempurna
Sabtu, 27 September 2014
Dirinya
Entah siapa yang akan ku percaya
Hati kecilku atau kah siapa
perasaan ini yang tak henti hentinya berkata
aku merindukanmu
kubuka jendela kamarku
ku lihat mentari bersinar penuh rupawan
tersenyum manis ke arah ku
menyimpan bahagia dan tawa
langit biru menyertainya
angin bertiup dengan indah
rambutku menari nari tak berarah
memandang semua disekitarku
kupandang langit yang menggambarkan wajahnya
kurasakan angin ang meniup namanya
perasaanku mulai berkata
apakah ini cinta
bayangannya selalu ada di benaku
tak henti-hentinya ia tersenyum
penuh arti penuh cinta
dengan harapan yang kuharap nyata
kututup jendela kamarku
kuberjalan pelan ke arah tempat tidur
ku berbaring dan pejamkan mata
membayangkan dirinya dan hanya dirinya
Entah siapa yang akan ku percaya
Hati kecilku atau kah siapa
perasaan ini yang tak henti hentinya berkata
aku merindukanmu
kubuka jendela kamarku
ku lihat mentari bersinar penuh rupawan
tersenyum manis ke arah ku
menyimpan bahagia dan tawa
langit biru menyertainya
angin bertiup dengan indah
rambutku menari nari tak berarah
memandang semua disekitarku
kupandang langit yang menggambarkan wajahnya
kurasakan angin ang meniup namanya
perasaanku mulai berkata
apakah ini cinta
bayangannya selalu ada di benaku
tak henti-hentinya ia tersenyum
penuh arti penuh cinta
dengan harapan yang kuharap nyata
kututup jendela kamarku
kuberjalan pelan ke arah tempat tidur
ku berbaring dan pejamkan mata
membayangkan dirinya dan hanya dirinya
contoh cerpen
KOTAK
MUSIK LUNA
13 oktober 2006
Kubuka lemari lebar – lebar, ku pandangi satu persatu
– satu hiasan dilemari itu… mataku tertujupada satuarah,
sebuah kotak musik indah dihiasi penari balet di
atasnya.Kulihat penari itu berputar dengan indahnya, bagaikan alunan musik yang mengiringinya.Bayanganku mulai menuju kema salalu,
saatdimanagadisberusia 14 tahunitumemeberikusebuahkenanganterindahnya..
“hey..!
din.”
“hey…”
Kulihatnyatersenyummanismenyembunyikansesuatu
di belakangnya. Ku cobamenerkaapakahitu?
“apaansihlun?”
“apaya…ini!”
Dilihatkannyasebuahkotakmusikindahberwarnaputih.Diberikannyapadakudenganwajahpenuharti.Matanyamulaiberkaca
– kaca,
perasaankumulaimerasakankeganjalanakannya..kucobamenanyakansesuatupadanya.
Namuntangisanitumenghentikankuuntukbertanya..diajatuhkanpelukannyakearahku.
Kucobamenenangkantangisannya..
“kamu,
kenapalun?”
“maafinaku,
selamainipersahabatankitacumankepalsuanbelaka!”
Denganmudahnyaiamengatakanitu, air
matakumulaimengalirtakterbendung. Laluapaartipersahabatankuselamaini?!
Kuterjatuhtakberdaya.kutitihkansatupersatu air mata yang terbuangsia – siaini.
Di atasbumitanahairku, yang telahmembesarkanakudengannya..
Diatinggalkankutakberarti,
kusendiridanmulaimenyadaribetapatakberartinyaakudihadapannya..
Kini, hari – harikuterbuangtakberarti.Bagaikanbotolkosongtakberisi.Kusadarihidupkumulaiberubahsemenjakkepergiannya.Kupandangisebuahfotokecil
di album fotoku..duagadisitutersenyumriang. Berbagaigayamerekalontarkan.
Senyumantulus, kekanak – kanakan,
semuanyamengaliralami..kutersenyumkecutmelihatsemuaitu. Kemunafikan yang
telahmenemanisemuaitu, akhirnyausaisudah…
*beberapabulankemudian…
Ringtone when your gone
Deringanbunyitelepon yang
mengagetkanku.Ku
berjalandenganlangkahgoyahmenujuderinganteleponitu.Sampailahaku di
tepattersebut.Ku mulaimenggenggamnyadanmembukanya. Ku angkatnomortakbernamaitu…
Suaratangisan yang
mengawalipembicaraanitu, kutanyakansiapaitudanmengapaiamenangis?
Diceritakannyapenuhisakandan air mata yang
mengalir.Tubuhkumulaimerasakantangisandangetaran yang diarasakan,
tubuhkumulailemasmendengarnya.Tangankumembeku, pikirankukosong,
takterasakujatuhkan hand phoneku.Ku
jatuhbertekuklutut.Menangistakberdayadantakpercaya!
Kuberlarimengejar taxi,
takpedulihalapapun. Ku ingat kata – kata yang terlontardariibuluna..
“lu..luna. diasudahpergi….”
Rintihan air
matakuterusmengalir.Selamainilunahanyamenutupikelemahannya, sakitnya yang
memangiasembunyikan. Perasaankumulaikacau,
ternyatainihanyalahsalahfaham.Diatakpergikeaustrali,
selamainilunamenjalankanperawatandirumahsakit Jakarta.
Sampailahaku di hadapanruanganitu,
terdengarsuaratangisanibudan ayah luna. Ku berjalandenganlngkahgontay,
tubuhkuterasatakbernyawa.Tubuhkubekudanterhenti di hadapanpintu UGD itu. Ku
ketukdankubukasecaraperlahan, kututupmataku.
Takkuasakumenahantangis,
diantarkannyasepucuksurat yang dipegangadiknya. Untuku… kubukadanmulaimembaca :
“hay din..
mungkinkamubakalanbacasuratinisetelahakuudahgakada. Maafinaku yang
selamainiudahbanyakngerepotinkamu, maafinaku yang udahbohongsamakamu.
Akugakmaubuatsahabatakuininangis, penyakitkuiniudahparahdanemangharus di
rawatintensif. Well, jagabaik – baikkotakmusikituya din. You always my best
friend, forever…”
Kuhampiritempattidurbirumudaitu,
kubukakainputih yang menutupiwajahnya. Ku peluknyadenganerat… kugenggamtangannyadanberdo’a agar
diatenangdisana..
Kucobaikhlaskansemuanya,
kucobauntukmenahan air mataini agar taktumpah.Ku cobauntuktetaptegar.Agar
lunapuntenangdisana, kutesenyumdankuusappipinya. Ku lihatkeluarganya yang
berusahauntuktegar, kupandangilunasekalilagi. Dan kututupkembalikainputihitu…
Esoknyaharipemakamanluna,
seragamhitaminimengakhirisemuanya.
Kecualipersahabatannkudengannya.Kutunggusampaisemuanyaberbalikdanpulang,
kutaburkankhususdarikuuntuknya. Ku do’akandia agar
tenangdisana..kupegangbatunisanitudengansenyuman..
Akhirnyakulangkahkankakikuuntukpergi.Kulirikkembalibatunisanitu,
kulihatnyabersergamputihmelambaidantersenyummanis.
Waktu pun berjalankembalipadamasaku,
kulihatkembalikotakmusik yang masihtersimpansempurnaitu,
kuputarkembalidankunikatialunanmusiknyabersamalunaditempattidurku,
iamenemanikumemainkankotakmusikitusampaiakuterlelap…
Kuterbangunkembalidankusimpankotakmusikitu,
kubukajendelakamarku. Dan melihatlunatengahbermainayunandenganriang,
diaberhentidanberbalik. Diamelambaikantangannyalalupergidengantenggelamnyamatahari..
…TAMAT…
Langganan:
Postingan (Atom)