Sabtu, 27 September 2014

contoh cerpen



KOTAK MUSIK LUNA
13 oktober 2006
Kubuka lemari lebar – lebar, ku pandangi satu persatu – satu hiasan dilemari itu… mataku tertujupada satuarah, sebuah kotak musik indah dihiasi penari balet di atasnya.Kulihat penari itu berputar dengan indahnya, bagaikan alunan musik yang mengiringinya.Bayanganku mulai menuju kema salalu, saatdimanagadisberusia 14 tahunitumemeberikusebuahkenanganterindahnya..
“hey..! din.”
“hey…”
            Kulihatnyatersenyummanismenyembunyikansesuatu di belakangnya. Ku cobamenerkaapakahitu?
“apaansihlun?”
“apaya…ini!”
            Dilihatkannyasebuahkotakmusikindahberwarnaputih.Diberikannyapadakudenganwajahpenuharti.Matanyamulaiberkaca – kaca, perasaankumulaimerasakankeganjalanakannya..kucobamenanyakansesuatupadanya. Namuntangisanitumenghentikankuuntukbertanya..diajatuhkanpelukannyakearahku. Kucobamenenangkantangisannya..
“kamu, kenapalun?”
“maafinaku, selamainipersahabatankitacumankepalsuanbelaka!”                      
            Denganmudahnyaiamengatakanitu, air matakumulaimengalirtakterbendung. Laluapaartipersahabatankuselamaini?! Kuterjatuhtakberdaya.kutitihkansatupersatu air mata yang terbuangsia – siaini. Di atasbumitanahairku, yang telahmembesarkanakudengannya..
            Diatinggalkankutakberarti, kusendiridanmulaimenyadaribetapatakberartinyaakudihadapannya..
            Kini, hari – harikuterbuangtakberarti.Bagaikanbotolkosongtakberisi.Kusadarihidupkumulaiberubahsemenjakkepergiannya.Kupandangisebuahfotokecil di album fotoku..duagadisitutersenyumriang. Berbagaigayamerekalontarkan. Senyumantulus, kekanak – kanakan, semuanyamengaliralami..kutersenyumkecutmelihatsemuaitu. Kemunafikan yang telahmenemanisemuaitu, akhirnyausaisudah…
*beberapabulankemudian…
Ringtone when your gone
            Deringanbunyitelepon yang mengagetkanku.Ku berjalandenganlangkahgoyahmenujuderinganteleponitu.Sampailahaku di tepattersebut.Ku mulaimenggenggamnyadanmembukanya. Ku angkatnomortakbernamaitu…
            Suaratangisan yang mengawalipembicaraanitu, kutanyakansiapaitudanmengapaiamenangis? Diceritakannyapenuhisakandan air mata yang mengalir.Tubuhkumulaimerasakantangisandangetaran yang diarasakan, tubuhkumulailemasmendengarnya.Tangankumembeku, pikirankukosong, takterasakujatuhkan hand phoneku.Ku jatuhbertekuklutut.Menangistakberdayadantakpercaya!
            Kuberlarimengejar taxi, takpedulihalapapun. Ku ingat kata – kata yang terlontardariibuluna..
“lu..luna. diasudahpergi….”
            Rintihan air matakuterusmengalir.Selamainilunahanyamenutupikelemahannya, sakitnya yang memangiasembunyikan. Perasaankumulaikacau, ternyatainihanyalahsalahfaham.Diatakpergikeaustrali, selamainilunamenjalankanperawatandirumahsakit Jakarta.
            Sampailahaku di hadapanruanganitu, terdengarsuaratangisanibudan ayah luna. Ku berjalandenganlngkahgontay, tubuhkuterasatakbernyawa.Tubuhkubekudanterhenti di hadapanpintu UGD itu. Ku ketukdankubukasecaraperlahan, kututupmataku.
            Takkuasakumenahantangis, diantarkannyasepucuksurat yang dipegangadiknya. Untuku… kubukadanmulaimembaca :
“hay din.. mungkinkamubakalanbacasuratinisetelahakuudahgakada. Maafinaku yang selamainiudahbanyakngerepotinkamu, maafinaku yang udahbohongsamakamu. Akugakmaubuatsahabatakuininangis, penyakitkuiniudahparahdanemangharus di rawatintensif. Well, jagabaik – baikkotakmusikituya din. You always my best friend, forever…”
            Kuhampiritempattidurbirumudaitu, kubukakainputih yang menutupiwajahnya. Ku peluknyadenganerat…  kugenggamtangannyadanberdo’a agar diatenangdisana..
            Kucobaikhlaskansemuanya, kucobauntukmenahan air mataini agar taktumpah.Ku cobauntuktetaptegar.Agar lunapuntenangdisana, kutesenyumdankuusappipinya. Ku lihatkeluarganya yang berusahauntuktegar, kupandangilunasekalilagi. Dan kututupkembalikainputihitu…
            Esoknyaharipemakamanluna, seragamhitaminimengakhirisemuanya. Kecualipersahabatannkudengannya.Kutunggusampaisemuanyaberbalikdanpulang, kutaburkankhususdarikuuntuknya. Ku do’akandia agar tenangdisana..kupegangbatunisanitudengansenyuman..
            Akhirnyakulangkahkankakikuuntukpergi.Kulirikkembalibatunisanitu, kulihatnyabersergamputihmelambaidantersenyummanis.
            Waktu pun berjalankembalipadamasaku, kulihatkembalikotakmusik yang masihtersimpansempurnaitu, kuputarkembalidankunikatialunanmusiknyabersamalunaditempattidurku, iamenemanikumemainkankotakmusikitusampaiakuterlelap…
            Kuterbangunkembalidankusimpankotakmusikitu, kubukajendelakamarku. Dan melihatlunatengahbermainayunandenganriang, diaberhentidanberbalik. Diamelambaikantangannyalalupergidengantenggelamnyamatahari..
…TAMAT…

13 oktober 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar