KOTAK
MUSIK LUNA
13 oktober 2006
Kubuka lemari lebar – lebar, ku pandangi satu persatu
– satu hiasan dilemari itu… mataku tertujupada satuarah,
sebuah kotak musik indah dihiasi penari balet di
atasnya.Kulihat penari itu berputar dengan indahnya, bagaikan alunan musik yang mengiringinya.Bayanganku mulai menuju kema salalu,
saatdimanagadisberusia 14 tahunitumemeberikusebuahkenanganterindahnya..
“hey..!
din.”
“hey…”
Kulihatnyatersenyummanismenyembunyikansesuatu
di belakangnya. Ku cobamenerkaapakahitu?
“apaansihlun?”
“apaya…ini!”
Dilihatkannyasebuahkotakmusikindahberwarnaputih.Diberikannyapadakudenganwajahpenuharti.Matanyamulaiberkaca
– kaca,
perasaankumulaimerasakankeganjalanakannya..kucobamenanyakansesuatupadanya.
Namuntangisanitumenghentikankuuntukbertanya..diajatuhkanpelukannyakearahku.
Kucobamenenangkantangisannya..
“kamu,
kenapalun?”
“maafinaku,
selamainipersahabatankitacumankepalsuanbelaka!”
Denganmudahnyaiamengatakanitu, air
matakumulaimengalirtakterbendung. Laluapaartipersahabatankuselamaini?!
Kuterjatuhtakberdaya.kutitihkansatupersatu air mata yang terbuangsia – siaini.
Di atasbumitanahairku, yang telahmembesarkanakudengannya..
Diatinggalkankutakberarti,
kusendiridanmulaimenyadaribetapatakberartinyaakudihadapannya..
Kini, hari – harikuterbuangtakberarti.Bagaikanbotolkosongtakberisi.Kusadarihidupkumulaiberubahsemenjakkepergiannya.Kupandangisebuahfotokecil
di album fotoku..duagadisitutersenyumriang. Berbagaigayamerekalontarkan.
Senyumantulus, kekanak – kanakan,
semuanyamengaliralami..kutersenyumkecutmelihatsemuaitu. Kemunafikan yang
telahmenemanisemuaitu, akhirnyausaisudah…
*beberapabulankemudian…
Ringtone when your gone
Deringanbunyitelepon yang
mengagetkanku.Ku
berjalandenganlangkahgoyahmenujuderinganteleponitu.Sampailahaku di
tepattersebut.Ku mulaimenggenggamnyadanmembukanya. Ku angkatnomortakbernamaitu…
Suaratangisan yang
mengawalipembicaraanitu, kutanyakansiapaitudanmengapaiamenangis?
Diceritakannyapenuhisakandan air mata yang
mengalir.Tubuhkumulaimerasakantangisandangetaran yang diarasakan,
tubuhkumulailemasmendengarnya.Tangankumembeku, pikirankukosong,
takterasakujatuhkan hand phoneku.Ku
jatuhbertekuklutut.Menangistakberdayadantakpercaya!
Kuberlarimengejar taxi,
takpedulihalapapun. Ku ingat kata – kata yang terlontardariibuluna..
“lu..luna. diasudahpergi….”
Rintihan air
matakuterusmengalir.Selamainilunahanyamenutupikelemahannya, sakitnya yang
memangiasembunyikan. Perasaankumulaikacau,
ternyatainihanyalahsalahfaham.Diatakpergikeaustrali,
selamainilunamenjalankanperawatandirumahsakit Jakarta.
Sampailahaku di hadapanruanganitu,
terdengarsuaratangisanibudan ayah luna. Ku berjalandenganlngkahgontay,
tubuhkuterasatakbernyawa.Tubuhkubekudanterhenti di hadapanpintu UGD itu. Ku
ketukdankubukasecaraperlahan, kututupmataku.
Takkuasakumenahantangis,
diantarkannyasepucuksurat yang dipegangadiknya. Untuku… kubukadanmulaimembaca :
“hay din..
mungkinkamubakalanbacasuratinisetelahakuudahgakada. Maafinaku yang
selamainiudahbanyakngerepotinkamu, maafinaku yang udahbohongsamakamu.
Akugakmaubuatsahabatakuininangis, penyakitkuiniudahparahdanemangharus di
rawatintensif. Well, jagabaik – baikkotakmusikituya din. You always my best
friend, forever…”
Kuhampiritempattidurbirumudaitu,
kubukakainputih yang menutupiwajahnya. Ku peluknyadenganerat… kugenggamtangannyadanberdo’a agar
diatenangdisana..
Kucobaikhlaskansemuanya,
kucobauntukmenahan air mataini agar taktumpah.Ku cobauntuktetaptegar.Agar
lunapuntenangdisana, kutesenyumdankuusappipinya. Ku lihatkeluarganya yang
berusahauntuktegar, kupandangilunasekalilagi. Dan kututupkembalikainputihitu…
Esoknyaharipemakamanluna,
seragamhitaminimengakhirisemuanya.
Kecualipersahabatannkudengannya.Kutunggusampaisemuanyaberbalikdanpulang,
kutaburkankhususdarikuuntuknya. Ku do’akandia agar
tenangdisana..kupegangbatunisanitudengansenyuman..
Akhirnyakulangkahkankakikuuntukpergi.Kulirikkembalibatunisanitu,
kulihatnyabersergamputihmelambaidantersenyummanis.
Waktu pun berjalankembalipadamasaku,
kulihatkembalikotakmusik yang masihtersimpansempurnaitu,
kuputarkembalidankunikatialunanmusiknyabersamalunaditempattidurku,
iamenemanikumemainkankotakmusikitusampaiakuterlelap…
Kuterbangunkembalidankusimpankotakmusikitu,
kubukajendelakamarku. Dan melihatlunatengahbermainayunandenganriang,
diaberhentidanberbalik. Diamelambaikantangannyalalupergidengantenggelamnyamatahari..
…TAMAT…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar